Ramadhan sudah lama berakhir . Bagi
kita masih diberikan kesempatan untuk menikmati lezatnya Ibadah menuju hari-hari
Kemenangan.
Kemenangan adalah sebuah kata yang
berarti Berhasil keluar dari sebuah ‘Kompetisi’ dan menjadi ‘Juara”. Dalam
banyak Hal, kemenangan akan membuat seseorang yang menang itu akan menjadi
bangga,senang, gembira dan bahkan tidak sedikit yang mengurai air mata, bahagia
tentu saja.
Namun “kemenangan” dalam konteks
Ramadhan, adalah kemenangan yang secara nilai jauh lebih dari sebuah kemenangan
dalam sebuah Kompetisi semata. Kemenangan ini adalah kemenangan yang melahirkan
karakter-karakter baru. Karakter ketakwaan kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Di
jelaskan dalam Al Baqarah 183 tentang lahir nya “Ketakwaan”, Ketawaan yang pada
Proses berikutnya akan melahirkan Kekuatan-kekuatan yang akan menggelorakan.
Apa saja kekuatan-kekuatan tersebut.
Dalam Surah Ali Imran ayat 133 – 134
dikatakan : “ Dan bersegeralah kamu
kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan
bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan
(hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan
amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang
berbuat kebajikan.
Penulis Memahami bahwa Kekuatan yang
pertama adalah Kekuatan yang akan mengalahkan segala Kekuatan, yaitu Kekuatan
Orientasi . Orientasi yang dimaksud di ayat 133 tersebut adalah tenta saja
Kekuatan “ Orientasi Syurga”. Manusia bertakwa bila sudah memiliki Orientasi
Syurga maka segala yang menghadapinya di dunia ini akan menjadi kecil, karena
mereka memiliki tujuan dan keyakinan bahwa untuk mencapai ‘Tempat Terbaik’
dibutuhkan juga orang-orang dan perbutan-perbuatan yang terbaik pula.
Untuk mencapai Syurga yang luasnya
seluas langit dan bumi sebagai sebuah
Tujuan tentu saja dibutuhkan Kekuatan-kekuatan penunjang emplementasi lapangan
atau amal. Kekuatan tersebut berdasarkan Ayat 134 tersebut antara lain :
1. Kekuatan Berbagi ( The Power of Giving )
Kekuatan berbagi ini adalah kekuatan
yang secara fitrahnya ada dalam setiap insan. Baik itu orang beriman ataupun
tidak. Hanya untuk terus menjaga kekuatan ini perlu teruss dilatih sehingga
Kegiatan Berbagi ini menjadi salah satu karakter yang melekat dan membiasa.
Menariknya di Ayat ini, Allah mengingikan bahwa berbagi dilakukan ketika dalam
Keadaan ‘ Lapang maupun Sempit ‘. Bila dalam keadaan lapang, tentu saja
kegiatan berbagi akan sedikit lebih mudah dibandingkan ketika keadaan sedang
sulit sedang sempit.
Hari-hari ini ketika keadaan ekonomi
nasional sedang lesu dan masyarakat yang terkena dampaknya , ‘berbagi’ akan
menjadi salah satu ujian bagi orang-orang bertakwa. Apakah mereka akan lulus
dan menapaki jalan-jalan menuju Syurga ataukah tidak beranjak dari posisinya
saat ini. Berbagi ketika Lapang dan Sempit memerlukan kesadaran Orientasi
Syurga, bahwa jalan-jalan menuju Kebahagiaan selalu membutuhkan pengorbanan.
2. Kekuatan Menahan Amarah ( The Power of Patience )
Amarah, bila tidak terkelola dengan
baik akan hanya mendatangkan kerugian, bagi pelakunya ataupun korban amarahnya.
Banyak kejadian dimana silaturahim terputus, keluarga berantakan, persahabatan
merenggang, hubungan bisnis menjadi kacau dan lain sebagainya. Bahkan dalam
beberapa kasus menyebabkan terjadinya tindak kriminalitas. Setiap manusia tentu
saja memiliki sifat dan karakter marah dalam dirinya, namun bila Amarah ini
terkelola dengan baik, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan.
Rasulullah SAW mengajarkan ketika ada
seorang meminta nasihat, beliau berkata “ Jangan Marah , Syurga untukmu” dan
Beliau mengulanginya sampai tiga kali. Ini menunjukan bahwa Menahan marah
adalah salah satu amal untuk mendapatkan Syurga. Di dalam keterangan yang lain,
para ulama mengajarkan bahwa bilapun Marah sedang melanda disarankan yang
pertama untuk mengambil air wudhu, karena air mampu meredam panas, bila masih
tersisa kemarahan maka disarankan untuk melakukan shalat, bila masih marah juga
maka disarankan untuk tidur.
Dalam bidang kesehatan pun marah
dapat menyebabkan banyak ketidakmanfaatan, selain memicu Darah Tinggi, Serangan
Jantung ataupun Stroke. Hal ini terjadi dikarenakan manusia ketika dalam
keadaan marah maka metabolism tubuh menjadi tidak seimbang, syaraf menegang dan
timbul gejala-gejala lain yang dapat merugikan pelakukan.
3. Kekuaatan Memaafkan ( The Power of Forgive )
Tidak ada dalam kehidupan ini manusia
yang tidak pernah berbuat kesalahan, baik dalam keadaan disengaja ataupun
tidak. Kekuatan ini membutuhkan penataan, kesadaran dan kerja keras . memaafkan
adalah sebuah tindakan yang mulia. Banyak orang gagal pada fase ini, dendam
membara dan berbekas dalam hati. Seorang istri yang tidak mampu memaafkan
kesalahan suaminya, dan sebaliknya. Anak kepada orang tuanya, Rakyat kepada
Pemimpinnya, Atasan kepada bawahannya dan semua yang berkaitan dalam muamalah.
Namun, memaafkan ini adalah salah
satu metode untuk mepanagkan hati dan mencapai ‘derajat ketakwaan’ pada level
yang paling tinggi, yaitu “Ridha’ atau merelakan. Memaafkan akan membuat
hati-hati yang tersakiti akan menjadi lapang, jiwa-jiwa yang luka akan tertetesi
embun penyejuk yang menumbuhkan kelopak kebahagiaan baru. Begitu pentingnya
memaafkan maka Allah SWT menjadikan kekuatan Memaafkan ini sebagai salah satu
prasarat untuk mendapatkan Syurga melalui jalan-jalan Ketakwaan berdasarkan ayat 134 ali imran
tersebut.
Kemenangan .
Betapapun sulitnya jalan-jalan untuk
meraih kebahagiaan kekal yang abadi, namun sejatinya manusia bisa melakukannya.
Karena ini adalah tuntunan jalan yang sudah dijelaskan dan dicontohkan.
Rasulullah SAW adalah contoh manusia terbaik , dihina, difitnah, dicaci,
diperangi, keluarganya dibunuh, namun pada titik tertentu beliau memaafkan,
beliau meridhakan, beliau menebarkan kebaikan. Dan kita pun harus meyakini
bahwa kita pun bisa mendapatkan Puncak Kebahagiaan tersebut, dengan terus
melatih diri , memperbaiki perilaku.
Ramadhan, yang sesaat lagi berakhir,
mengajarkan kita, memberikan kesempatan bagi kita untuk meniti jalan-jalan
menuju kemenangan. Kemenangan di Ramadhan ini bukan dengan baju baru, sepatu
baru, ketupat sayur atau merdekanya kita dari ketidakbebasan aktivitas diri,
namun Kemenangan sejatinya adalah dengan lahirnya jiwa-jiwa baru. Jiwa-jiwa
yang berorientasi Syurga, yang mereka beramal dengan pandai dan ikhlas Berbagi,
dalam keadaan Lapang ataupunSempit, ketika sedang ada ataupun sedang tidak ada,
juga mereka yang selalu berusaha Mengendalikan Amarahnya setiap saat, tidak
kehilangan kesadaran dan mampu menahan emosinya dalam keadaan apapun, dan juga
mereka yang hatinya lapang dan ridha, dengan memaafkan kesalahan orang lain
terhadap dirinya, terhadap keluarganya.
Semoga Allah mempermudah bagi kita
menapaki jalan-jalan ketakwaan dan memberikan bagi kita Syurga-Nya, yang
mengalir sungai-sungai di dalamnya , kekal abadi. Tidak ada kesedihan di
dalamnya, yang ada ‘Salaamun kaulammirrabbirrahiim’ .
Wallahuaalamu bissawab
.

DWI SULAKSANA
KETUA YAYASAN
INSAN INDONESIA MANDIRI BOGOR
SDIT ANDALUSIA
CISEENG BOGOR
SMPIT LUQMAN AL
HAKIM
SMPI LUQMAN AL
HAKIM
Jl Parung Bogor RT
04/06 Desa Jampang Kec Kemang Kab Bogor
HP : 0857 81366 512
Fb : dwi sulaksana
Twitter : @sulaksana08
