Senin, 03 Agustus 2015

Kemenangan Hakiki dengan Tiga Kekuatan

Ramadhan sudah lama berakhir . Bagi kita masih diberikan kesempatan untuk menikmati lezatnya Ibadah menuju hari-hari  Kemenangan.
Kemenangan adalah sebuah kata yang berarti Berhasil keluar dari sebuah ‘Kompetisi’ dan menjadi ‘Juara”. Dalam banyak Hal, kemenangan akan membuat seseorang yang menang itu akan menjadi bangga,senang, gembira dan bahkan tidak sedikit yang mengurai air mata, bahagia tentu saja.
Namun “kemenangan” dalam konteks Ramadhan, adalah kemenangan yang secara nilai jauh lebih dari sebuah kemenangan dalam sebuah Kompetisi semata. Kemenangan ini adalah kemenangan yang melahirkan karakter-karakter baru. Karakter ketakwaan kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Di jelaskan dalam Al Baqarah 183 tentang lahir nya “Ketakwaan”, Ketawaan yang pada Proses berikutnya akan melahirkan Kekuatan-kekuatan yang akan menggelorakan. Apa saja kekuatan-kekuatan tersebut.
Dalam Surah Ali Imran ayat 133 – 134 dikatakan : “ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,  (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
Penulis Memahami bahwa Kekuatan yang pertama adalah Kekuatan yang akan mengalahkan segala Kekuatan, yaitu Kekuatan Orientasi . Orientasi yang dimaksud di ayat 133 tersebut adalah tenta saja Kekuatan “ Orientasi Syurga”. Manusia bertakwa bila sudah memiliki Orientasi Syurga maka segala yang menghadapinya di dunia ini akan menjadi kecil, karena mereka memiliki tujuan dan keyakinan bahwa untuk mencapai ‘Tempat Terbaik’ dibutuhkan juga orang-orang dan perbutan-perbuatan yang terbaik pula.
Untuk mencapai Syurga yang luasnya seluas langit dan bumi  sebagai sebuah Tujuan tentu saja dibutuhkan Kekuatan-kekuatan penunjang emplementasi lapangan atau amal. Kekuatan tersebut berdasarkan Ayat 134 tersebut antara lain :

1. Kekuatan Berbagi ( The Power of Giving )
Kekuatan berbagi ini adalah kekuatan yang secara fitrahnya ada dalam setiap insan. Baik itu orang beriman ataupun tidak. Hanya untuk terus menjaga kekuatan ini perlu teruss dilatih sehingga Kegiatan Berbagi ini menjadi salah satu karakter yang melekat dan membiasa. Menariknya di Ayat ini, Allah mengingikan bahwa berbagi dilakukan ketika dalam Keadaan ‘ Lapang maupun Sempit ‘. Bila dalam keadaan lapang, tentu saja kegiatan berbagi akan sedikit lebih mudah dibandingkan ketika keadaan sedang sulit sedang sempit.
Hari-hari ini ketika keadaan ekonomi nasional sedang lesu dan masyarakat yang terkena dampaknya , ‘berbagi’ akan menjadi salah satu ujian bagi orang-orang bertakwa. Apakah mereka akan lulus dan menapaki jalan-jalan menuju Syurga ataukah tidak beranjak dari posisinya saat ini. Berbagi ketika Lapang dan Sempit memerlukan kesadaran Orientasi Syurga, bahwa jalan-jalan menuju Kebahagiaan selalu membutuhkan pengorbanan.

2. Kekuatan Menahan Amarah ( The Power of Patience )
Amarah, bila tidak terkelola dengan baik akan hanya mendatangkan kerugian, bagi pelakunya ataupun korban amarahnya. Banyak kejadian dimana silaturahim terputus, keluarga berantakan, persahabatan merenggang, hubungan bisnis menjadi kacau dan lain sebagainya. Bahkan dalam beberapa kasus menyebabkan terjadinya tindak kriminalitas. Setiap manusia tentu saja memiliki sifat dan karakter marah dalam dirinya, namun bila Amarah ini terkelola dengan baik, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan.
Rasulullah SAW mengajarkan ketika ada seorang meminta nasihat, beliau berkata “ Jangan Marah , Syurga untukmu” dan Beliau mengulanginya sampai tiga kali. Ini menunjukan bahwa Menahan marah adalah salah satu amal untuk mendapatkan Syurga. Di dalam keterangan yang lain, para ulama mengajarkan bahwa bilapun Marah sedang melanda disarankan yang pertama untuk mengambil air wudhu, karena air mampu meredam panas, bila masih tersisa kemarahan maka disarankan untuk melakukan shalat, bila masih marah juga maka disarankan untuk tidur.
Dalam bidang kesehatan pun marah dapat menyebabkan banyak ketidakmanfaatan, selain memicu Darah Tinggi, Serangan Jantung ataupun Stroke. Hal ini terjadi dikarenakan manusia ketika dalam keadaan marah maka metabolism tubuh menjadi tidak seimbang, syaraf menegang dan timbul gejala-gejala lain yang dapat merugikan pelakukan.

3. Kekuaatan Memaafkan ( The Power of Forgive )
Tidak ada dalam kehidupan ini manusia yang tidak pernah berbuat kesalahan, baik dalam keadaan disengaja ataupun tidak. Kekuatan ini membutuhkan penataan, kesadaran dan kerja keras . memaafkan adalah sebuah tindakan yang mulia. Banyak orang gagal pada fase ini, dendam membara dan berbekas dalam hati. Seorang istri yang tidak mampu memaafkan kesalahan suaminya, dan sebaliknya. Anak kepada orang tuanya, Rakyat kepada Pemimpinnya, Atasan kepada bawahannya dan semua yang berkaitan dalam muamalah.

Namun, memaafkan ini adalah salah satu metode untuk mepanagkan hati dan mencapai ‘derajat ketakwaan’ pada level yang paling tinggi, yaitu “Ridha’ atau merelakan. Memaafkan akan membuat hati-hati yang tersakiti akan menjadi lapang, jiwa-jiwa yang luka akan tertetesi embun penyejuk yang menumbuhkan kelopak kebahagiaan baru. Begitu pentingnya memaafkan maka Allah SWT menjadikan kekuatan Memaafkan ini sebagai salah satu prasarat untuk mendapatkan Syurga melalui jalan-jalan  Ketakwaan berdasarkan ayat 134 ali imran tersebut.

Kemenangan .
Betapapun sulitnya jalan-jalan untuk meraih kebahagiaan kekal yang abadi, namun sejatinya manusia bisa melakukannya. Karena ini adalah tuntunan jalan yang sudah dijelaskan dan dicontohkan. Rasulullah SAW adalah contoh manusia terbaik , dihina, difitnah, dicaci, diperangi, keluarganya dibunuh, namun pada titik tertentu beliau memaafkan, beliau meridhakan, beliau menebarkan kebaikan. Dan kita pun harus meyakini bahwa kita pun bisa mendapatkan Puncak Kebahagiaan tersebut, dengan terus melatih diri , memperbaiki perilaku.

Ramadhan, yang sesaat lagi berakhir, mengajarkan kita, memberikan kesempatan bagi kita untuk meniti jalan-jalan menuju kemenangan. Kemenangan di Ramadhan ini bukan dengan baju baru, sepatu baru, ketupat sayur atau merdekanya kita dari ketidakbebasan aktivitas diri, namun Kemenangan sejatinya adalah dengan lahirnya jiwa-jiwa baru. Jiwa-jiwa yang berorientasi Syurga, yang mereka beramal dengan pandai dan ikhlas Berbagi, dalam keadaan Lapang ataupunSempit, ketika sedang ada ataupun sedang tidak ada, juga mereka yang selalu berusaha Mengendalikan Amarahnya setiap saat, tidak kehilangan kesadaran dan mampu menahan emosinya dalam keadaan apapun, dan juga mereka yang hatinya lapang dan ridha, dengan memaafkan kesalahan orang lain terhadap dirinya, terhadap keluarganya.
Semoga Allah mempermudah bagi kita menapaki jalan-jalan ketakwaan dan memberikan bagi kita Syurga-Nya, yang mengalir sungai-sungai di dalamnya , kekal abadi. Tidak ada kesedihan di dalamnya, yang ada ‘Salaamun kaulammirrabbirrahiim’ .
Wallahuaalamu bissawab
.

DWI SULAKSANA
KETUA YAYASAN INSAN INDONESIA MANDIRI BOGOR
SDIT ANDALUSIA CISEENG BOGOR
SMPIT LUQMAN AL HAKIM
SMPI LUQMAN AL HAKIM
Jl Parung Bogor RT 04/06 Desa Jampang Kec Kemang Kab Bogor
HP                   : 0857 81366 512
Fb                    : dwi sulaksana

Twitter           : @sulaksana08

It's me.....

My Picture Profile..